Senin, 26 Mei 2014

8. THE ETHICS OF INTERNATIONAL ACCOUNTING : HARMONIZATION AND TERRORISM



INTRODUCTION
Proyek harmonisasi telah menghasilkan pengembangan akuntansi baru pada tingkat institusional, seperi IASB dan The International Federation of Accounting. Organisasi ini dalam proses dari proyek etika yang didesain untuk membahasakan isu etika dan profesionalisme lintas budaya yang berbeda. Usaha untuk mengharmonisasi praktik akuntansi menghasilkan pertanyaan etika deskriptif yang kompleks. Bab ini fokus pada isu etika yang dikaitkan dengan ekonomi politik dari harmonisasi akuntansi secara luas.
INTERNATIONAL ACCOUNTING, DIVERSITY, AND THE PROFESSION’S RESPONSE
International Accounting System and Differences
Sistem akuntansi di seluruh dunia menggunakan sistem yang cukup berbeda karena beberapa alasan yang penting. Sistem politik berdampak pada sistem akuntansi, seperti ketersediaan modal dan struktur kepemilikan dari perusahaan local. Karakteristik budaya juga mempengaruhi sifat sistem akuntansi. Dengan faktor budaya, kita memaknai luas masyarakat mungkin lebih atau kurang konservatif secara alami atau luasnya masyarakat berdampak pada transparan atau tidak transparannya sistem akuntansi. Oleh karena itu, organisasi penelitian dibangun bagus menyelidiki, menelusuri, dan mengklasifikasikan sistem akuntansi internasional berbeda. Ketika pekerjaan ini sering digunakan untuk mengevaluasi kesulitan dan kemungkinan harmonisasi, ada pelajaran etika yang sering dilupakan, pelajaran bahwa meyediakan poin awal dari pemahaman sejumlah isu etika seputar akuntansi internasional lebih luas. Penelitian ini mengingatkan kita secara esensial sosial membentuk sifat dari sistem akuntansi dan fakta bahwa sistem akuntansi secara otomatis mendukung seperangkat nilai ekonomi dan budaya.
Sistem akuntansi berbeda di seluruh dunia. Beberapa bagian utama dari perbedaan itu adalah sifat dari opini audit, metode penilaian, dan tingkat konservatisme. Keberagaman dalam praktik akuntansi menyebabkan masalah utama untuk investor dan perusahaan. Ada banyak ketidakcukupan dalam pelaporan keuangan, dan banyak perbedaan apakah investor dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan, penelitian mengindikasikan bahwa akun yang diaudit mengingatkan sumber yang penting dari informasi untuk investor dalam negara yang berbeda. Keberagaman akuntasi juga menyebabkan permasalahan bagi korporasi, menyebabkan masalah operasional untuk keputusan pasar modal dan investasi modal. Perbedaan dalam praktik akuntansi membuat ini sulit untuk menentukan keandalan dan kemampuan dari lisensi potensial dan ini juga menyulitkan sistem informasi manajemen mewajibkan monitor kinerja kontrak.
The Professions’s Response : The IASC
Sebagai respon dari masalah harmonisasi, IASC dibentuk sebagai usaha untuk memfasilitasi konsultasi internasional dalam keberagaman akuntansi dengan pandangan untuk mempromosikan konvergensi standar nasional. IASC menyisaratkan bahwa konvergensi dari akuntansi internasional mempunyai manfaat yang nyata bagi investor, perusahaan, dan beberapa negara. Karena harmonisasi akuntansi mengizinkan perbandingan dibuat antarperusahaan, ini memungkinkan investor memiliki saham perusahaan pada negara yang berbeda, jadi secara signifikan menaikkan kesempatan investasi dan akan mengurangi biaya perusahaan dan meningkatkan kesempatan investasi modal potensial. 
ACCOUNTING HARMONIZATION, GLOBALIZATION, AND NEOLIBERALISM
Harmonisasi akuntansi bukanlah proses bersifat teknis dan amoral. Ini tidak luput dari ikatan dengan ekspansi global neoliberal, ideology pasar bebas. Masalah adalah ketika praktik akuntansi berkontribusi pada globalisasi pada memfasilitasi kemampuan untuk mengatur jarak, sistem akuntansi nasional yang berbeda sekarang menghalangi pembangunan kapitalisme global selanjutnya. Aspek kunci dari globalisasi menyangkut penghapusan semua batasan pada mobilitas modal, termasuk batasan internasional. Ketika agenda ini berusaha dilawan sekuat tenaga, agenda globalisasi mengusulkan model ini sebagai prototype global, sebaik pengembangan nasional. Asal dari pola perdagangan suatu negara dikaitkan dengan internasionalisasi kapitalisme dan mereka membawa MNCs untuk bahasan utama sebagai agen utama dari imperialism. Imperialism didefinisikan sebagai jaringan yang dimaksudkan untuk pengendalian yang dilakukan oleh satu ekonomi di atas yang lain. Friedman mengatakan bahwa neoliberalisme adalah liberalisasi dari perdagangan dan keuangan, privatisasi, dan memperkenankan pasar untuk beroperasi dengan intervensi negara yang sedikit. Noam Chomsky menyatakan bahwa “pada akhirnya, neo-liberal tidak dapat dan tidak menawarkan pembelaan empiris untuk dunia yang buat. Sebaliknya, mereka menawarkan kepercayaan agama dalam tidak bersalahnya pasar yang tidak teregulasi, bahwa penggambaran teori abad ke-19 mempunyai sedikit hubungan dengan dunia nyata.”
Kritik berargumen bahwa sebuah analisis dari kebijakan ekonomi di belakang pembangunan negara berkembang membeberkan harapan dari aturan yang melindungi dan intervensi negara. Chomsky menyatakan bahwa revolusi industry dipercaya sebagai bagian dari kain murah dari US. Sekarang penting untuk mengapresiasi bahwa harmonisasi akuntansi dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi. Kebergantungan ekonomi yang paling baik diduga berkaitn dengan agenda ini. Kita menduga kebanyakan praktisi akuntan tidak melihat diri mereka sendiri sebagai agen federalism atau imperialism, ataupun akan melihat standar akuntansi sebagai alat yang berguna dalam eksploitasi dari penekanan. Akuntan dan praktek akuntan, sepanjang banyaknya profesi lainnya dan praktik profesi, menimbulkan dalam dan secara otomatis membantu memelihara pemikiran dan praktik. Kewajiban untuk melibatkan dampak sosial lebih luas dari praktik secara praktik telah mendefinisikan karakter profesionalisme.
BACK TO THE IASB
Banyak organisasi yang mempunyai tujuan untuk melakukan harmonisasi dalam tingkatan yang berbeda. Ulasan dari sususan IASB dan sumber dari dana mungkin mengarahkan banyak kritik ini jika kita masih berada di bawah pengaruh Anglo-American dan konsekuensinya tertuju lebih banyak pada kebutuhan investor. Akan tetapi, IASB juga melayani kepentingan perusahaan multinasional. Oleh karena itu isu etika procedural penting untuk diarahkan dalam hubungan bagaimana badan yang memiliki kekuasaan seperti IASB harus bekerja.
ACCOUNTING HARMONIZATION, THE WORLD BANK AND MAJORITY WORLD DEVELOPMENT
World bank adalah satu dari pemain paling signifikan dalam pengembangan internasional. World Bank secara efektif menentukan apakah negara menerima dana pengembangan internasional atau tidak. Keanggotaan dari bank merefleksikan ideologi kapitalis yang mendasari dan oleh karena itu tidak mengherankan bahwa persediaan dana bergantung pada pada pengimplementasian program reformasi ekonomi yang sukar yang didesain untuk mengurangi kendali negara, meliberalkan perdagangan, dan secara umum membentuk enabling environtment, yang kondusif terhadap pembangunan ekonomi. World bank menilaikan privatisasi dengan menekankan peran positif yang dapat memainkan dalam melawan kurangnya akuntabilitas dan transparansi yang berhubungan dengan perusahaan yang dimiliki oleh negara. Ada dua isu akuntansi yang penting. Pertama, World Bank mensyaratkan negara peminjam untuk mengadopsi standar akuntansi internasional sebagai praktik akuntansi nasional mereka. Kedua, harus ada beberapa perhitungan untuk pemberian uang kepada negara berkembang pada World Bank.
Ada beberapa contoh dari literatur instansi dimana penyesuaian struktural kembali dipromosikan oleh World Bank, sepanjang aplikasi dari standar akuntansi internasional, memberikan hasil yang negatif. Ini tidak hanya peran dari akuntansi yang mungkin atau memainkan peran dalam perkembangan internasional. Ini sangat penting juga dalam merefleksikan dalam bagaimana akuntansi mungkin membantu negara berkembang lebih luas. Salah satu kunci masalah dalam banyak negara adalah memecahkan korupsi. Sistem akuntabilitas mungkin membantu untuk memastikan uang yang diberikan untuk Negara berkembang digunakan secra tepat. Ini adalah isu besar yang dipermasalahakan, tetapi mereka mempermasalahkan tentang kejatuhan dalam hukum akuntan professional. Itulah yang terjadi terhadap kita. Poinnya adalah akuntansi internasional dan harmonisasi adalah bagian proyek yang lebih besar dari perkembangan global yang dilandasi seperangkat nilai yang khusus. Buktinya adalah proses ini tidak berjalan sebaik yang diharapkan pada negara berkembang. Isu ini berada dalam lingkup batasan professional dan pertanyaannya lagi-lagi apakah akuntansi itu mampu berkaitan dengan mereka.



ACCOUNTING HARMONIZATION AND TERRORISM
Kita harus membuat sebuah konseptual akhir yang berhubungan dengan apresiasi tentang pentingnya etik pada agenda akuntansi internasional. IASB bukanlah sebuah organisasi yang akan disebutkan secara normal disebut sebagai teroris. Tapi ini adalah langkah dari hubungan akuntansi ke globalisasi dan pengembangan kebijakan dan permasalahan keamanan nasional. Untuk memahami permasalahan ini kita akan melihat kebelakang ketika peranan akuntansi dimainkan, secara internasional, dalam penaklukan orang pribumi dan budayanya. Permasalahan keadilan distribusi apakah level ketidakadilan sumber daya yang disalurkan ke beberapa negara berkembang dan ke dalam negara berkembang lain di bawah naungan perkembangan ekonomi global, pada permasalahan budaya dan terutama klaim globalisasi dan harmonisasi yang lebih spesifik menyajikan kembali perlindungan pada fakta mengenai nilai dan rasa yang masuk ke dalam negara tersebut.
Banyak penulis berpendapat bahwa akuntansi dilibatkan dalam cara yang berbeda dalam perbudakan orang pribumi dan memang melanjutkan permainan peran kekuasaan. Proses asimilasi diambil dalam beberapa bentuk. Neu menyatakan ada 2 kasus utama: (1) dia berpendapat bahwa pemberian insentif keuangan dalam bentuk pembayaran dari scalps, memainkan peran yang penting dalam menghilangkan orang aborigin. 2) dia berpendapat bahwa dimulai sekitar 1600an, pemerintah kolonial mengembangkan sebuah kebijakan pemberian hadiah tahunan pada orang pribumi. Di awal hadiah tersebut berisi makanan, baju, dan bubuk amunisi, pemerintah kolonial mengadopsi sebuah kebijakan dalam mendorong dependensi ketergantungan pada agrikultur. Neu berpendapat bahwa kebijakan ini adalah bagian dari proses reproduktif genocide. Sebuah usaha untuk mengeliminasi budaya melalui kepura-puraan yang stabil dan lambat dari aparat yang produktif dalam budaya tersebut.
ISLAMIC ACCOUNTING
Bagian ini berusaha untuk menghubungkan harmonisasi akuntansi dan permasalahan budaya agama pada musim terorisme dan ketidakstabilan politik saat ini. Tentu saja kita tidak menyatakan bahwa terorisme akan berakhir jika Taliban atau jihad Islam diberikan kursi pada Dewan IASB. Pertanyaannya di sini adalah keberadaan luasnya ideologi Islam khususnya yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi yang tidak cocok dengan asumsi yang mendasari keuangan berdasarkan pasar konvensional. Karakter dari sistem keuangan Islam adalah berdasarkan hukum syariah dan dapat disimpulkan:
1.      Tidak adanya karakteristik riba berdasarkan transaksi dan institusi keuangan
2.      Dengan kelebihan pembiayaan seharusnya dialokasikan berdasarkan apakah proyek tersebut bermanfaat daripada pengembalian keuangan personal.
3.      Ini dikarakteristikan oleh sebuah sistem pemberian yang tidak diungkapkan.
Tipe kontrak adalah baimuajah, ijarah, murabahah meskipun fakta bahwa hanya memiliki garis besar penguraian yang sangat singkat pada perbedaan antara ideologi Islam dan yang melandasi proyek harmonisasi IASB. Namun, kita memiliki informasi yang cukup untuk dapat mempertimbangkan beberapa masalah potensial diantara keduanya. Pertama, IASB mendasarkan perkembangan standarnya pada konsep substansi mengungguli bentuk. Kedua, pada level yang lebih umum terlepas dari kompleksitas teknis pada konsep tarikan Islam  Sekarang diharapkan dapat memulai memahami beberapa tekanan politik di balik proyek harmonisasi yg lebih luas. Banyak aspek tentang sistem nilai pribumi yang sifatnya menindas dan tidak menghargai hak asasi manusia. Pada cara yang sama banyak hasil dari sistem nilai neoliberal mungkin juga tidak dapat dipertahankan secara etik.

7. The Ethics of Being A Professional Accountant



INTRODUCTION
Akuntan haruslah memposisikan dirinya menjadi seorang yang professional dibandingkan memperkenalkan diri menjadi penjual jasa akuntan. Seorang yang professional mempunyai tanggung jawab etika. Bab ini akan membahas pertanyaan yang berkaitan dengan etika dari akuntan professional.
THEORETICAL ORIENTATIONS
Profesi dan professional secara sosial membangun gagasan. Perspektif fungsionalis secara tradisional menyediakan sudut pandang utama bagaimana profesi dilihat. Perspektif ini mengasumsikan bahwa profesi muncul karena mereka menyediakan fungsi sosial yang penting. Dari pandangan ini, reward status sosial dan ekonomi profesi secara langsung dikaitkan dengan pentingnya fungsi itu tampil dalam masyarakat. Perspektif interaksi memandang profesi sebagai kelompok berkompetisi satu sama lain untuk status politik dan keuntungan ekonomi dan perspektif kritis menghubungkan fungsi profesi dengan politik dan manfaat struktural. Asumsi ditanamkan dalam perspektif teoretikal yang berbeda menambah tingkat kompleksitas ide profesionalisme dan isu etika yang berbeda muncul berdasarkan pada perspektif yang kamu pakai. Sekarang banyak studi menyatakan bahwa akuntan dan mahasiswa akuntansi mempunyai kesadaran teoretis yang sangat rendah terhadap fungsi struktural atau politik yang luas dari profesi lebih umum yang menjadi fokus dari sudut pandang kritis.
THE POLITICAL FUNCTION OF PROFESSIONS
Fungsi akuntansi akan berbeda berdasarkan sistem ekonomi dimana ditancapkan, harus didasarkan dan mempromosikan prinsip etika tertentu. Isu etika berkaitan dengan fungsi politik secara luas dari profesi secara umum. Preston dkk (1995) menyatakan bahwa kelebihan dari kebijakan ekonomi laissez-faire membawa pada permintaan profesi akuntan independen di US. Ini mengimplikasikan bahwa formasi dari badan akuntansi professional US dikendalikan oleh manfaat ekonomi. Dalam buku ini ditampilkan gambar yang membagi tipe sistem akuntansi internasional berdasarkan bagaimana mereka diatur. Sistem legal negara memaksa organisasi untuk mengungkapkan fungsi dari profesi. Sistem liberal disediakan secara eksklusif oleh pasar. Regulasi model associanist dicapai melalui pembangunan organisasi yang mewakili dan memajukan kepentingan dari anggota. Model corporatist menjelaskan bahwa negara membangun organisasi dari kepentingan kelompok dan menggabungkan mereka ke dalam sistem pengendalian hierarki. Sekarang, dari perspektif ekonomi politik, banyak berpendapat bahwa kepentingan dari demokrasi mungkin lebih baik disediakan oleh kelompok profesi yang kuat dan independen. Ada banyak isu etika dikaitkan dengan fungsi politik bahwa akuntan, sebagai kelompok professional, bermain dalam konteks yang berbeda dari organisasi politik.
DEFINITIONS OF PROFESSIONALIS : BEING PROFESSIONAL
Pandangan tradisional berpendapat bahwa profesional sekedar mengerjakan pekerjaan dengan baik dan secara normal ini dikaitkan dengan orang yang menggunakan peralatan, dibandingkan dengan peralatan itu sendiri. Banyak pemikir sepakat bahwa profesi seharusnya menjadi kelompok dari individu yang datang bersama karena mereka mempercayai seperangkat nilai dan mempunyai kesepakatan umum tentang bagaimana memperkenalkan nilai dalam masyarakat. Profesi dikarakteristikkan dengan basis pengetahuan, komitmen pada pelayanan publik, independensi dan pendidikan. Frankel (1989) menyatakan sifat etika profesi, berkomentar bahwa mereka ‘membangun ikatan sosial dan moral antara anggota mereka yang masuk ke dalam komunitas yang bertujuan sama’. Hall mendefinisikan professionalisme adalah sejauh mana seseorang memiliki sikap seperti kepercayaan pada pelayanan publik dan perasaan dari ketertarikan  pada bidang ini. Karakteristik etika secara normal berkaitan dengan menjadi professional dan menelusuri mereka dalam konteks akuntansi, yaitu kepentingan public, independensi, dan kode etik professional.
THE PUBLIC INTEREST AND SELF-INTEREST
Profesi akuntansi mengklaim beroperasi pada kepentingan publik. Profesi akuntansi menyatakan bahwa apa yang baik, tidak untuk kelompok investor atau perusahaan tertentu, tetapi untuk masyarakat secara umum. Tapi dalam arti apa? Bagaimana profesi akuntansi baik untuk masyarakat? Diskusi pertama dimulai pada apa profesi berarti ketika melayani kepentingan public dan diskusi kedua apakah asumsi pada klaim dibangun dengan penyelidikan yang kritis? Kepentingan publik secara umum dibangun sebagai kewajiban untuk memproduksi pengetahuna akuntansi dan auditing yang objektif untuk pembuatan keputusan ekonomi dan mengalokasikan sumber daya terbatas secara efisien. Jadi, kompetensi dan karakter harus dipertimbangkan dalam memasuki profesi. Akan tetapi, karakter cenderung diabaikan. Karakter dari kandidat untuk diterima dalam profesi jika mereka diterima pada karakteristik kelas menengah. Masuknya seseorang ke dalam sebuah profesi bergantung pada kelayakan untuk admisi dan kemampuan untuk membayar surat perjanjian adalah hal yang penting jika kita dikatakan berkarakter. Konsepsi mengenai kepentingan publik harus diartikulasikan untuk menjamin pihak yang memasuki profesi tertentu mempunyai karakter yang memadai. Akan tetapi, profesionalisme dipandang sebagai sesuatu yang berkaitan dengan internal individu bukan pada fungsi kolektif dari badan akuntan profesional.
Untuk memenuhi semua karakteristik dari kompetensi dan karakter, isu yang muncul adalah : (1) bagaimana kita menafsirkan kompetensi dan jenis dari edukasi yang dibutuhkan untuk menjamin akuntan berkompeten? (2) bagaimana kita menafsirkan karakter dan kejujuran moral? Berdasarkan kepentingan publik tradisional mengenai profesi, hanya sedikit keraguan bahwa praktik akuntansi telah mengambil orientasi komersial secara jelas. Konflik membuat masalah serius untuk profesi karena identitas diorientasikan pada dua perangkat kepentingan yang berbeda secara fundamental.
INDEPENDENCE
Karakteristik independensi berkaitan dengan ide kepentingan public. Ketika professional berbicara mengenai independensi professional, diskusi secara umum dibatasi pada sesuatu seperti ketergatungan klien tunggal, jasa non-audit, dan pemisahan hubungan bisnis dan professional. Gagasan independensi sangatlah luas dan lebih menantang secara etika dibandingkan mempertahankan hubungan sebagai perpanjangan tangan klien. Ini lebih luas dibandingkan independensi klien. Akan tetapi, pembahasan pada bab 4 bahwa fungsi pelaporan keuangan didasarkan pada hak milik, oleh karena itu melayani kepentingan penyedia modal dalam model pasar bebas. Akuntansi tidak independen dalam bentuk ini, tapi bias terhadap perangkat nilai tertentu. Terlepas apakah ini nilai baik atau buruk, mengingat fungsi saat ini, masuk akal untuk membicarakan independensi akuntansi hanya pada batasan tertentu.    
PROFESSIONAL CODES OF CONDUCT
Claypool, dkk (1990) menyatakan bahwa karakteristik utama dari profesi adalah regulasi itu sendiri dengan kode etika. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kode etik professional cenderung untuk melayani kepentingan profesi. Parker (1994) menyimpulkan bahwa kode mempunyai fungsi rangkap dan melayani kepentingan publik dan privat. Parker juga mengatakan ‘ketika mendorong tanggung jawab sosial pada anggota professional, mereka juga menyediakan pembenaran self interest. Kebanyakan dari pedoman etika institusi akuntansi professional diungkapkan dalam bentuk prinsip dan aturan. Ruland dan Lindblom menyatakan bahwa ada perbedaan antara ekspektasi implisit dan eksplisit. Mereka mendefinisikan aturan eksplisit sebagai ringkasa dalam kode etik professional sedangkan aturan implisit adalah ekspektasi masyarakat yang berkaitan dengan fungsi professional dalam masyarakat.
Prinsip yang ada dalam kode etik memperlihatkan ekspektasi yang lebih terhadap sesuatu, sesuatu yang lebih dari sekedar aturan itu sendiri. Claypool, dkk (1990) menyatakan bahwa reaksi anggota CPA pada dilemma etika utamanya disebabkan oleh perbedaan pada kode etika professional mereka dibandingkan gagasan profesionalisme. Yang menjadi masalah adalah cara etika dinegosiasikan. Secara umum pertimbangan bahwa pendekatan rule-based menghalangi pengembangan etika karena mereka membuang kebutuhan, pertama, untuk memilih antara arah tindakan alternative yang bersaing dan kedua, untuk menerima tanggung jawab untuk tindakan tersebut. Ketika pertimbangan waktu dan usaha telah dimaksimalkan pada diskusi dan pembangunan kode etik, bukti empiris menyatakan bahwa mereka biasanya mempunyai sedikit dampak pada profesional. Profesional perlu untuk bersepakat dengan kondisi dimana aturan sebaiknya tidak dipakai. Dengan kata lain, mereka butuh untuk bertindak dari apa yang benar dan apa yang salah. Banyak penelitian menyarankan bahwa anggota mungkin tidak sadar dari kode apa yang mereka diwajibkan untuk patuhi. Akuntan menggambarkan pada factor dalam lingkungan bisnis mereka untuk membantu pembuatan keputusan etika dibandingkan dengan sumber daya yang ditawarkan dari profesi mereka. Dengan lingkungan bisnis, mereka merujuk pada dampak dari iklim organisasi informal, sebagai contoh budaya perusahaan.

6. THE FUNCTION OF ACCOUNTING AND THE MORALITY OF THE MARKET INTRODUCTION



Bab ini membahas mengenai pengaturan organisasi dimana dilemma yang dialami mempengaruhi perilaku etis seseorang dalam cara yang cukup kompleks. Bagian ini akan membahas etika dan fokus secara khusus memfasilitasi sistem akuntansi dari ideologi ekonomi tertentu. Bagian pertama dari buku ini menyediakan beberapa dari etika dasar yang diperlukan untuk kita untuk memulai untuk menganalisis akuntansi dari perspektif etika. Dengan dasar ini, kita ada dalam posisi mulai menelusuri prinsip etika yang mendukung fungsi akuntansi dalam masyarakat. Bagian ini mempunyai fokus utama, yaitu peran akuntansi dalam ekonomi berdasarkan pasar. Bagian ini juga akan menyoroti jumlah dari isu etika secara lebih umum yang mencirikan fungsi akuntansi dalam beberapa tipe dari sistem ekonomi. Bagian ini juga akan menjelaskan posisi consequentialist untuk menelusuri nilai etika implisit dalam praktik akuntansi setiap hari akan digunakan untuk membangun sebuah pemahaman dari sistem jasa akuntansi distributive justice dan etika utilitarian keuangan bahwa digunakan untuk justify sistem ini.
ACCOUNTING AND FREE-MARKET ECONOMICS
Banyak debat dalam literature akademik dalam sifat dasar etika dalam fungsi akuntansi dan apakah membantu dalam melihat akuntansi melalui paradigma fungsionalitas. Sifat dasar informasi dan caranya dikumpulkan dan disajikan akan tergantung pada sistem politik/ ekonomi yang tertanam di dalamnya, apakah sistem ini adalah sistem ekonomi tersentralisasi, masyarakat feudal, atau pasar bebas. Dalam kebanyakan ekonomi barat, akuntansi ditanamkan dalam pasar bebas, kapitalisme, dan sistem ekonomi. Ini membantu untuk membuat bahwa sistem bekerja dan oleh karena itu secara implisit menganjurkan nilai pada sistem yang mendasari. 
Sistem neoclassical dari ekonomi pasar bebas didasarkan pada asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, atau kemajuan, dapat diperoleh melalui bebas tanpa batas, pasar tidak teregulasi. Penjelasan singkat sistem neoclassical sebagai berikut :
1.      Perusahaan memproduksi dan menjual barang dan jasa pada kompetisi yang beas dengan perusahaan lain
2.      Kebebasan konsumen memutuskan produk yang akan dibeli
3.      Perusahaan yang memproduksi produk dan menyediakan jasa yang kita inginkan, pad aharga yang ingin kita bayar, akan memakmurkan dan menumbuhkan
4.      Untuk pertumbuhan dan pembangunan, perusahaan menginginkan modal yang banyak.
5.      Bank dan investor akan menyediakan modal hanya untuk perusahaan yang menguntungkan dan efisien.
6.      Para investor membutuhkan informasi keuangan tentang perusahaan untuk mengetahui perusahaan menguntungkan dan eifsien. Dengan kata lain, mereka menginginkan informasi yang kredibel agar membuat keputusan investasi dan peminjaman
7.      Informasi disediakan oleh sistem dari pelaporan keuangan
8.      Pemilik dari organisasi mempunyai hak untuk melanjutkan menerima informasi. Hak ini berdasarkan hak kepemilikan.
Sistem ekonomi kapitalis pasar bebas mempunyai empat karektersitik: (1) kepemilikan private dari produksi; (2) kompetisi; (3) pembagian antara modal dan pekerja; dan (4) motif laba. Perusahaan yang dimiliki secara privat berkompetisi satu sama lain karena mereka mencoba menjadi lebih profitable. Ini adalah distorsi bahwa ditemukan dalam mayoritas dari akuntansi, buku dan pemikiran keuangan ekonomi dan diajarkan dalam kuliah akuntansi. Setiap karakteristik ini juga menghasilkan banyak pertanyaan etika. Kita akan kembali untuk beberapa pertanyaan, bagaimanapun, chapter ini berfokus pada pertanyaan, apakah sistem distribusi ekonomi kembali secara benar dan sesuai?
RIGHTS AND DISTRIBUTIVE JUSTICE
Dalam sistem ekonomi kapitalis, pemilik modal mempekerjakan pekerja sebagai factor produksi. Dan sebagai konsekuensi, ini mengatur jenis tertentu dari hubungan akuntabilitas antara dua pihak. Di sisi lain pekerja bertanggung jawab pada penyedia modal; bagaimanapun, pemilik modal juga mempunyai hak untuk mengambil manfaat dari output pekerja. Hubungan ini merupakan tujuan dari analisis kritis yang diperkenalkan oleh Karl Marx. Marx menyarankan bahwa hubungan antara modal dan pekerja bersifat eksploitatif. Dia menyatakan bahwa ketika benar pekerja masuk ke dalam sebuah kontrak pekerjaan dari keinginan mereka sendiri, dia bagaimanapun juga menyarankan bahwa kepemilikan modal private meletakkan posisi yang berkuasa. Ini adalah posisi yang sangat berkuasa, dia menyatakan, memperbolehkan mereka untuk mendapatkan return dari tenaga kerja yang melebihi kelangkaan modal. Dengan kata lain, dia menyatakan bahwa outcome dari sistem ekonomi, atau lebih spesifiknya profit yang dihasilkan dari perusahaan tidak terdistribusikan secara adil antara pemilik modal dan tenaga kerja. Ini adalah asumsi dikemas dalam teori keuangan dan ekonomi melalui maksimalisasi pengembalian pemilik saham. Laporan keuangan tidak dibuat untuk pekerja, tetapi untuk investor sebagai pertimbangan keputusan investasi. Manajemen harus menyiapkan informasi keuangan dan memaksimalkan pengembalian kepada pemilik modal. Kritik Marx didasarkan pada bagian kedua dari hak, bukan hak kepemilikan property tapi hak untuk berpatisipasi dalam sistem ekonomi untuk menerima pembagian yang adil dari hasil sistem ekonomi. Kritik Marx adalah tentang apakah berbagai bagian dari sistem ekonomi mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapat. Debat seputar bagaimana persamaan neoliberal, sistem ekonomi pasar bebas adalah cara dimana pembagian kekayaan dan properti dibenarkan dengan empat konsep yaitu efisiensi, liberty, hak, dan manfaat. 
Equality and Efficiency
Ekonomi neoliberal menekankan dua konsep, yaitu, efisiensi dan efektivitas. Efisiensi diilihat sebagai prasyarat untuk perkembangan ekonomi. Jika pasar meningkatkan taraf hidup, melalui perkembangan dari produk/ jasa baru dengan kualitas yang baik, berdasarkan konsep neoliberal dari pasar bebas, dibutuhkan kompetisi dan berkaitan dengan perbedaan insentif keuangan. Pasar menyatakan bahwa harus ada reward untuk orang yang bekerja lebih keras dan inovatif. Dengan kata lain, perbedaan insentif dalam return distribusi ekonomi dibenarkan, itu ditutupi oleh efisiensi. Argument ini mengundang perdebatan. Pertama, hal ini didasarkan pada perspektif Hobbes dimana individu itu self-interest dan diasumsikan bahwa manusia rasional dalam maksimalisasi kekayaan. Kedua, disarankan untuk memberikan reward dari sistem ekonomi harusnya didistribusikan berdasarkan gagasan yang pantas, bagaimanapun kita butuh untuk mendefinisikan apa yang kita maksud dengan pantas. Ketidaksetaraan dalam reward tidak hanya dikaitkan dengan kontribusi individual pada sistem ekonomi. Gaji pekerja di UK dan India tidak dihubungkan dengan kontribusi dan usaha individu tetapi pada struktural. Kondisi sebelumnya untuk return pada kondisi ekonomi untuk mendapatkan modal dan cukup jelas dalam perbedaan yang besar dalam kemampuan individual untuk mendapatkan modal.
Equality and Liberty
Yang kedua adalah argumen yang berhubungan dengan gagasan dari liberty dan khususnya kontrak dari kemerdekaan. Dari perspektif individual, harusnya bebas untuk memilih dimana dan apa yang ingin dikerjakan. Jika individu bebas memasuki pasar transaksi sesuai yang mereka inginkan, keadilan distribusi return ekonomi tidak dapat dihindari. Untuk mencapai distribusi ekonomi yang sama setiap orang harus diberi reward yang sama untuk usaha yang berbeda atau memaksa orang untuk meningkatkan usaha pada level yang sama. Bagaimanapun, argumen ini cukup dperdebatkan terutama karena ini mempertimbangkan hal yang kompleks. Kebebasan untuk transaksi untuk pekerjaan level tertentu membutuhkan pengaturan dalam realitas sosial yang lebih luas yaitu ketidaksetaraan dalam kekeuasaan dan kesempatan. Kebebasan sebagai contoh bukan tentang kebebasan dari campur tangan, kebebasan dari rintangan dan lainnya. Tapi ini juga tentang kemampuan untuk bertindak, ini tentang kepemilikan sumber daya yang disyaratkan dan kapasitas untuk bertindak.
Equality and Entitlement
Kedua argumen di atas berdasarkan pada gagasan khusus dari kebaikan. Distribusi yang tidak setara dianggap baik karena diangap baik. Teori Nozick tentang hak, bagaimanapun menyediakan cara yang cukup berbeda tentang distributive justice. Dari perspektif neoliberal Nozick, menyajikan sebuah proses sebagai lawan dari teori outcome dari distributive justice. Pembagian kekayaan individual seharusnya berdasarkan pada Nozick, dinilai dalam hal bagaimana kekayaan diakumulasikan. Dia berpendapat bahwa outcome dari sistem ekonomi dapat dibenarkan, disediakan bahwa situasi ini muncul tanpa pelanggaran hak dari setiap orang. Memang Nozick menyatakan bahwa banyak usaha untuk memperbaiki situasi ini dan membatasi.
Ini mungkin dapat untuk membangun fungsi akuntansi sebagai sebuah usaha untuk meyakinkan bahwa akumulasi kekayaan dapat diperoleh tanpa melanggar hak. Tapi, dari diskusi di atas, ini cukup jelas bahwa lingkup praktik akuntansi tradisional cukup sempit untuk melindungi hak.
Utilitarianism
Akuntansi dalam sistem pasar bebas berkontribusi terhadap ketidaksetaraan outcome ditribusi ekonomi. Ketika ini menjadi mungkin untuk membenarkan ketidaksetaraan ini dalam kebaikan dan hak, teori justifikasi yang utama untuk sistem ini dan satu yang mendasari praktek akuntansi adalah teori konsekuensialis yang disebut utilitarisme. Dari perspektif utulitarisme, sumberdaya distribusi ekonomi pada khususnya hanya disediakan untuk memaksimalkan utilitas. Kosekuensialisme adalah teori hak, bagaimanapun mensyaratkan perlawanan yang baik dimana konsekuensi dari bermacam tindakan dapat dibenarkan. Konsekuensialisme adalah teori yang baik. neoliberalisme dan pasar bebas adalah didasarkan pada kombinasi dari konsekuensialisme dengan fungsi khusus dari utilitarian.
Utilitarianisme dimulai dari ide tindakan yang dapat dideskripsikan sebagai etika yang baik hanya jika mereka memiliki manfaat. Syarat ini menghasilkan pertanyaan kedua: berguna untuk apa? Awalnya jawaban untuk pertanyaan ini adalah ini harus bermanfaat untuk mencegah kesalahan atau mempromosikan kesenangan. Hedonistik, bentuk dari utilitarianisme sedikit lebih canggih. Pilihan versi kepuasan yang ada pada umumnya disebut preference utilitarianisme. Dari perspektif ini sebuah tindakan baik, jika itu memuaskan preferensi individu. Luasnya sikap ini secara implisit dalam model pasar ini dimana konsumen berkuasa penuh memutuskan apa yang perusahaan akan produksi. Bagaimanapun, baik hedonistic maupun preference model dikritik untuk menurunkan dan merendahkan ide tentang moralitas. Utilitarianisme awalnya dibangun sebagai metode untuk mempertahankan kebijakan publik yang memadai dari perspektif utilitarian, kebijakan public yang paling beretika adalah sesuatu yang kebermanfaatannya maksimal. Tetapi ini mnciptakan sebuah problem, bagaimana menjumlah manfaat yang berbeda? Dibutuhkan beberapa asumsi, pertama, kamu perlu mengasumsikan bahwa individual akan memilki preferensi yang mirip terhadap prodk yang berbeda. Bagaimanapun kesulitan yang lebih besar berdasarkan pada kebutuhan untuk memperlakukan preferensi masing-masing individu sebagai hal yang dapat dibandingkan. Dari perspektif kita, kita lebih dapat melihat daripada berjalan. Ini akan cukup mudah untuk individu untuk mengeluarkan pendapat pribad untuk mereka sendiri, namun bagaimana mereka dapat memediasi perbedaan referensi tersebut.
Ini membawa kita pada permasalahan selanjutnya tentang bagaimana memproses setelah utilitas setiap individu diperingkat. Pendekatan ini sangat konservatif dan akan mengurangi redistribusi dari kekayaan. Pendekatan lain menyarankan bahwa ketika beberapa orang mendapatkan lebih dan orang lain mendapatkan kurang, jika dalam hal total utility, secara individu lebih baik. Reward dan distribusi yang tidak sama dalam bentuk insentif dibenarkan karena memaksimalkan utilitas. Pada kenyataannya argumen ini digunakan untuk mendukung pernyataan bahwa sejumlah tingkat yang tidak terspesifikasi dari ketidaksetaraan dibutuhkan jika efisiensi dan efektivitas ingin dimaksimalkan.
Needs
Sebuah cara alternatif untuk membenarkan distribusi yang tidak setara mungkin dapat melalui sebuah ide yang disebut need. Kita mungkin membayangkan masyarakat dimana mendistribusikan pengembalian ekonomi dan perkembangan yang didasarkan pada kebutuhan komunitas. Ini mungkin adalah kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan; ini menjadi masalh yang signifikan dalam menentukan legitimasi kebutuhan. Jika sistem reward ini berdasarkan pada kebutuhan, lalu bagaimana dampaknya pada usaha individu yang ingin berkontribusi pada ekonomi. Jika usaha saya untuk mempertemukan pada kebutuhan orang lain dan bukan kebutuhan saya sendiri bagaimana dengan insentif yang saya dapatkan?

Welfare
Perspektif ini berkaitan erat dengan tipe ketiga utilitarianisme yang dikenal sebagai utilitarianisme kesejahteraan. Model ini mengubah fokus dari kepuasan preferensi pada kepuasaan kepentingan. Tindakan itu baik jika ini menyediakan kepentingan orang lain. Ini mungkin menjadi pertentangan antara preferensi dan kepentingan. Beberapa komentator menyarankan bahwa, masalah untuk mengkombinasikan preferensi utilitas mungkin kurang dari masalah dari perspektif utilitas kesejahteraan. Mereka mengasumsikan bahwa banyak orang mungkin mempunyai ide yang mirip tentang kebutuhan kesejahteraan dasar, sebagai contoh makanan, baju, dan tempat tinggal.
Rawls
Teori keadilan Rawls dan secara khusus konsep ‘selubung ketidaktahuan” dan “original position” menyediakan kepada kita dasar untuk distribusi reward dari sistem ekonomi. Rawls menyarankan bahwa individu mungkin mengadopsi pendekatan maksi-mini untuk distribusi sumber daya ekonomi ini, dapat dipilih untuk memaksimalkan utilitas minimum dari masing-masing individu.
Accounting
Semoga kamu telah mengelola untuk tetap bersama kita melalui berbagai diskusi mengenai bagaimana kita menilai jenis sistem yang disediakan akuntansi dan fungsinya dalam melayani masyarakat. Tujuan kita secara cepat merangkum berbagai posisi yang sudah ditunjukkan kepadamu bahwa akuntansi berdasarkan pada bentuk yang sempit dari preferensi teori utilitarian yang dikenal sebagai utiliatianisme keuangan. Jika investor menyediakan modal pada perusahaan, lalu mereka berharap bahwa uang mereka digunakan secara efisien. Keputusan investasi perusahaan akan membuat secara teoritis didasarkan pada utilitarisme keuangan. Teknik penilaian investasi mahasiswa akuntansi diajaarkan berdasarkan pada bentuk yang sempit dari etika konsekuensialis. Coba bayangkan bagaimana akuntansi yang berbeda dapat terjadi jika didasarkan pada gagasan Rawls tentang keadilan atau model kemakmuran dari utilitarianisme.

Normative Perspectives on Accounting Ethics : How should accountants behave?



Deontological Ethics
Pendukung utama dari deontological adalah Immanuel Kant. Kant menyarankan bahwa kita akan datang pada kesimpulan bahwa kita harus berperilaku berdasarkan prinsip universal yang diaplikasikan, menerima konsekuensi dari perbuatan. Mengetahui apa yang dilakukan dalam berbagai situasi akan ditentukan oleh prinsip universal, bagaimanapun konteks dan konsekuensi dari perbuatan itu. Kant menyebut prinsip atau aturan yang harus selalu diikuti tanpa pengecualian sebagai categorical imperatif. Kant berpendapat bahwa kita mempunyai tugas untuk memperlakukan orang lain sebagai akhir diri mereka dan bertindak dalam cara yang menghormati kapasitas mereka untuk bertindak. Kant umumnya dikritik untuk menjadi lebih umum untuk bermanfaat karena Kant menolak situasi individu yang khusus.
Teori keadilan John Rawls menjelaskan usaha untuk meningkatkan posisi deontological. Rawls menyatakan, kita mungkin untuk melihat logika dari kategori yang tidak perlu dan sepakat bahwa penting untuk memperlakukan orang lain dengan kepedulian, kita membutuhkan pertolongan dalam memproduksi prinsp ini. Veil of ignorance adalah solusi dari Rawls. Menurut Rawls, memutuskan dalam sebuah tindakan yang peduli terhadap apa yang orang lain membutuhkan penempatan diri pada original position dibelakang a veil of ignorance.
Deontological Kant merespo pertanyaan bagaimana seseorang harus berbuat berdasarkan pendekatan deduktif. Posisi pelengkap Rawls  dengan jelas membutuhkan sedikit perbedaan kapasitas moral.
Teleological Ethics
Teological membangun moralitas dari perilaku tertentu dengan referensi untuk konsekuensi perilaku tersebut. Consequentialist theory didasarkan pada perbedaan yang penting antara perilaku yang baik dan tujuan. Perbedaan antara tindakan dan tujuan menyoroti sumber penting dari kritik posisi consenquentialist. Kritik ini didasarkan pada kontradiksi yang nyata bahwa ini membiarkan tindakan menjadi tidak konsisten dengan hasil. Etika deontologi selalu dikritik karena memproduksi aturan yang sangat general untuk membantu dilama etika yang spesifik, teleological dikritik karena mengidentifikasi konsekunsi yang mungkin dari perbuatan yang tidak mungkin dan karena itu dapat digunakan untuk membenarkan perbuatan tidak terpuji.
Aturan dan Tindakan Utilitarianism
 Utilitarianism adalah bentuk dari argumen consenquentalist. Perbedaan terletak pada aturan dan tindakan utilitarianism dimana perbedaan terletak pada konsekuensi untuk waktu terjadinya.
Virtue-Based Approaches to Individual Action
Teori kebaikan menyediakan posisi alternatif  untuk pendekatan berbasis prinsip. Teori kebajikan menyatakan bahwa ketika itu mungkin menjadi penting dapat mengartikulasikan suatu prinsip moral, dalam praktik kebajikan lebih penting dibandingkan berfilsafat secara abstrak. Perhatian teori kebajikan adalah ketika individdu mungkin merekatkan kumpulan prinsip, ini tidak semestinya menyiratkan bahwa prinsip ini adalah bagian dari karakter mereka.
Reason and Moral Sense Theorists
Kant mencari etika dasar dalam banyak sifat alasan dan berusaha untuk membangun secara umum prinsip moral yang dapat diaplikasikan berdasarkan semata-mata pada aplikasi alasan. Scottish pemikir David Hume berpendapat bahwa  alasan semata dilengkapi individu dengan fakta dari persoalan dan bahwa perilaku actual dari membuat keputusan moral membutuhkan sesuatu yang lebih dari alasan. The Earl of Shaftsbury dan Francis Hutcheson menyarankan bahwa perbedaan moral berdasarkan moral sense dibandingkan alasan. Inner eye adalah sebuah makna yang ada untuk membedakan yang benar dari yang salah.analisis yang lebih praktikal dari inner eye adalah dibangunnya Social and Emotional Learning (SEL). SEL menyatakan bahwa ada perbedaan kategori dari kecrdasan dan bahwa kualitas berkaitan dengan kecerdasan emosional.